Tubuhnya bergetar lemas dan langsung jatuh ke kasur. “Acchh.. Bokep Tante Selesai mandi aku membuat kopi dan langsung duduk di depan TV nonton acara yang lumayan untuk ditonton.Gak lama Ibu mertuaku nyusul ikutan nonton sambil ngobrol denganku.“Bagaimana kerjaanmu, baik-baik saja” tanya Ibu mertuaku. Berhubungan badanpun sepertinya senang yang pelan-pelan bukannya seperti srigala lagi musim kawin.Aku ikut pola permainan Ibu mertuaku, pelan-pelan kucium dia mulai dari bibirnya terus ke bagian leher dan belakang kupingnya, dari situ aku ciumi terus ke arah dadanya.Kubantu dia membukakan pakaiannya, kulepas semua pakaiannya. hhmmh, teruss..” itu saja yang keluar dari mulutku.Ibu mertuaku terus melanjutkan permainannya dengan mengulum burungku. Aku duduk diranjang, telanjang bulat dan menghisap rokok. Tangan kanannya memegang batang burungku sambil mengocoknya pelan.Kuangkat kaki kanannya dan terus kupegangi kakinya. Tetapi memang nasib keluarga kami yang masih belum diberikan seorang momongan.Di rumah itu kami tinggal bertiga, aku dengan istriku dan Ibu dari istriku.




















