Namun berjalannya usiaku yang semakin dewasa. ooh nanti temen Shinta mau maen kemari bu..” Kilah ku. Bokeb Dengan tangan kanan memegang Hape. “Ih… ini kan cuma pertanyaan kok! “Ssst.. Say kamu jangan macam-macam dah!” terdengar Dia bertambah bingung. Si om hanya meringis terdengar desahannya. “Kamu sendiri kenapa belum tidur, tumben ih!”
“Ia gak papa kan, aku nelpon kamu!”
“Sayang..Malah aku senang kebetulan aku memang belum bisa tidur.”
“Kamu lagi apa?”Ah..Pertanyaan yang menggoda, kalau aku jujur pasti aku di tertawakan. ooh nanti temen Shinta mau maen kemari bu..” Kilah ku. Dengan menggunakan motor gede, berjaket hitam, dan berperawakan cukup tegap, memakir motor di depan rumah ku. ” Balas ku.Suara motor terdengar, ia pun memakirkan motornya di sebelah motor om-om itu.“Ini motor siapa say.” Tanya Rian
“Motor tamu Ibu ku.” Jawabku. Maupun dari teman-temanku. oorang uuhh..ahhh..” Hardik nikmat terdengar dari rintihan nikmat ibu ku.Om-om itu mencoba memegang rambut ibu ku yang panjang terurai. uleh om-om itu.




















