“Chi, kamu aku antar pulang ya, kamu kelihatan capek sekali.. ”
Kembali ia diam saja tak mengatakan sepatah kata pun, hanya menganggukkan kepalanya saja. Bokeb Tapi untuk dapat menikmati tubuhnya itu, aku harus dekat dengan dia. Maka kuputuskan untuk mengantarnya pulang ke rumahnya saja. Setelah cukup lama berpikir, akhirnya aku menemukan jawabannya. Plus, biasanya kan kita cuma pegang-pegangan tapi nggak sampai lihat dalamnya kan? Ia mendesah dengan hebatnya,
“Aaah.. Ia menggelinjang karena kegelian dan semakin menarik rambutku. Aaah.. Yang tadinya tidak tahu sama sekali cara memainkan penisku, jadi sangat aggresif memainkannya. Keesokan harinya aku mengantar Kim Chi ke rumahnya. Jadi kuputuskan untuk mengajak Kim Chi ke taman dan duduk berduaan di bawah pohon, tujuannya supaya tidak kelihatan orang lain. Indah sekali buah dadanya.. Menurut teman-temannya, selama 6 tahun dia tidak pernah mengenal yang namanya laki-laki. Oh yeah..”
Aku pun akhirnya keluar dan menyemprotkan semua spermaku ke dalam mulutnya.




















