Waktu itu aku telah duduk di bangku SMP kelas dua dan berusia 14 tahun lebih. ah.. Bokep Mom oh.. Dan tak lama kemudian aku mendengarkan suara Papaku yang mengerangngerang.Oh.. oh.., ayolah Pap.., kini suara Mamaku yang terdengar olehku dengan nada manja dan setengah merengek seperti memohon sesuatu dari Papaku.Sudah banjir ya Mam.., rasanya jari Papa basah semua nih.., seru Papaku.He.. oh.. oh.. Ah.. yes.., suara dari televisi itu semakin terdengar jelas, rupanya aku telah berada di atas kamar kedua orang tuaku.Jangan sekarang dong Mam.. Tanpa membuang waktu aku segera merangkak mendekati kamar mandi itu. sedot Mam, oh.. sst.., hanya itu yang terdengar dari mulut Mamaku menjawab pertanyaan Papaku tadi. ahh, seruku sambil melambatkan kocokkan pada kontolku yang semakin lemah ereksinya setelah aku mendapatkan kenikmatanku.Aku lihat ke bawah Kak Erna sudah memakai handuk dan hendak keluar dari kamar mandi itu. Ah.. Keesokan harinya sepulang dari sekolah, aku yang sengaja tidak keluar bermain memanfaatkan situasi sepi siang itu.




















