Mbak Dewi masih di pelukanku. “Aku tahu”Aku memajukan bibirku, dan dalam sekejap bibirku sudah bersentuhan dengan bibirnya. Bokep Arab Tampak senyumnya indah hari itu. Aku pun ditinggal sendirian di ruangan itu, tv masih menyala. Aku sedikit demi sedikit mencoba akrab dan mengenalnya. Aku terus bilang ke mbak Dewi bahwa aku cinta dia. Hari ini nggak ada kuliah. Jadi tadi mbak Dewi ke kamar ganti baju sambil melepas CD-nya.“Nggak perlu heran Wan, mbak juga ingin ini koq, mungkin inilah saat yang tepat”, katanya.Aku lalu benar-benar menciumi kewanitaannya. “Aku keluar wan”Ia bangkit lalu menurunkan CD-ku. Plok…plok..plok..cplok..!! Lalu ia berbaring di sofa.“Masukin wan, puaskan dirimu, semprotkan cairanmu ke dalam rahimku. Namun setiap kali aku bilang ke mbak Dewi bahwa perasaanku serius.Hari-hari berlalu. Nggak ada CD? Sayup-sayup aku terdengar suara isak tangis di kamar mbak Dewi. Panjang ceritanya. Mbak Dewi meremas rambutku, menjambakku.




















