Dia lebih memilih wanita itu karena lebih berada di bandingkan Hilda yang hanya anak dari pemilik warung.Diapun sering mencurahkan isi hatinya padaku, dan entah kenapa aku begitu kasihan padanya. Lama aku memeluk tubuh Hilda dan lama juga kami berdua terdiam, akupun sadar kalau aku melakukan hal yang salah “Maaf.. Bokep Namanya Hilda dia masih berusia 27 tidak beda jauh dengan istriku, dia bersedih karena pacar yang selama ini bersamanya memutuskan untuk menikahi wanita lain. Sampai khirnya kamipun menyewa sebuah kamar untuk melepas lelah, namun begitu masuk kedalam kamar akupun berkata “Kamu istirahat saja dulu..” Dan akupun bergegas keluar dari kamar itu.Tiba-tiba suara Hilda memanggilku “Mas mau kemana?” Aku menoleh kearahnya “Aku pesan minum dulu..” Lalu akupun keluar dari kamar itu. aku nggak bermaksud…” Belum selesai aku meneruskan kata-kataku, Hilda menarik tubuhku dan kamipun saling berpagutan dengan mesranya aku lumat bibir Hilda.MUngkin kami sudah sama-sama merasakan hal yang menggebu dalam hati, dengan mesranya Hilda melepas pakaianku dan










