Nyawer!! Reza menggilat-geliat kegelian saat aku melepas ciuman dan mulai menjilati lehernya, ia menjambak kepalaku,Keringat yang membasahi tubuhnya dari tadi,ku jilat ku hisap, tak perduli itu kotor, Reza makin menggelinjang.“Kaaaak! Bokeb Ooooh………!” Reza menjerit penuh birahi, saat Aku menghujam kewanitaannya sampai mentok sampai dalam.Aku terus memompa dan memompa, menindih tubuh Reza. Kan ga kliatan, hehe”“Yaudah yuk ah pulang dulu, udah sore kak,” ajak Reza buru buru.“Oke oke,” Aku mengiyakanKulajukan mobil ku ke arah Genuk, ke rumah Reza. Dadanya kembang-kempis menikmati keahlian tanganku dalam memanjakan puting wanita.“Sssssh… ssssh…. ssshhhhh…..” Bibir Reza yang eksotis mulai mendesis erotis,“Mmmmh…” desinya ketika aku menyodok-nyodok kemaluannya. Nafsu kami semakin liar, semakin brutal.Kemaluan Reza begitu sempit, squirty! Ooooh……! ssshhhhh…..” Bibir Reza yang eksotis mulai mendesis erotis,“Mmmmh…” desinya ketika aku menyodok-nyodok kemaluannya.




















