Aku berdiri, kedua tanganku menggapai tanganya, luar biasanya keatas kemudian membawanya melangkah mengikutiku, ke arah kamar…
Mbak Juminten sama sekali tidak bereaksi, dirinya kikuk mengikuti langkahku. Damn it..aku menyumpah dalam hati. Bokep Arab Aku memagut2 bibir itu pelan. Angin menerpa atap seng,memunculkan suara berisik. Bocah kecil itu tengah serius melihat tivi di belakang kami. Obrolan pagi itu terasa menyenangkan, spertinya dirinya benar2 melupakan kejahatanku waktu itu. “Ini uangnya saya ambil den, kelak diusahain dikembaliin kok..” Ujarnya pelan, suaranya berat,hidungnya semacam tersumbat cairan. “Ahhh…shhh…oohhh..” Desahku,terasa nikmat menjalar melewati kejantananku hingga naik ke otak, aku semacam terbakar. ” ..masih tetep luar biasa kok mbak..saya tetap suka inget2 kejadian itu..”Jawabku. “Mungkin aja kalo itu syaratnya mbak mau pinjem uang..”Jawabku . Tubuh kami tetap terdiam kaku berbagai saat. Ada rasa amarah tanpa argumen bermain dipikiranku. “Den…apa aden yakin …?” Tiba2 dirinya berucap. Aku tidak memberbagiya waktu utk berpikir, aku melumat2 bibirnya, menciumi dengan kasar lehernya serta trus bergerak menjelajahi tahap dadanya.




















