Sembari menggoyg, kulumat biibiirnya, kusedot dan kugiigiit-giigiit kekel buah dadanya. tolong akhhu heh..!” erangan yg terdengar sangat merangsang bagiiku.Sekalii-sekalii kuraba dan kuremas lembut buah dadanya yg menggunung iitu, sangatlah seksii dan merengsang berahiiku.“Harch heehh please..! Film Porno hegh.. Biiasanya, aqu hanya masturbasii saja. Enak sekalii. (Tetapi kalo adanya yg tiinggii, ya nggak nolak, hehe..)Ayunanku mulaii lebiih lancar dan beriirama. Sembari menggoyg, kulumat biibiirnya, kusedot dan kugiigiit-giigiit kekel buah dadanya. Satu sama. Celananya kubuka. Mau kan? Aqu sangat menkentaiimu, Har.”Jawaban ini membuat hatiiku runtuh, sebab biiasanya aqu berpacaran dgn perempuan-perempuan yg sudah tak perawan.“Keke aqu miinta maaf, tetapi sepertiinya aqu tak sanggup melanjutkan. Muat nggak ya..?” tanyanya sembari memandangii kemaluanku yg coklat kehiitaman.Ukurannya sebenarnya tak lah besar, tergolong kekel lah kerana hanya sekiitar 14 cm.“Kok ada caiiran beniingnya siih..?”“Ya iiya, aqu kan juga merasakan keniikmatan dgn memberiimu yg tadi iitu.”“Har, kasiih tahu dong giimana aqu biisa memberiimu keniikmatan sepertii yg kurakakan tadi..!” piintanya.“Learniing by doiing aja ya.” jawabku.Sesudah




















