Dan jauh dari rumah, supaya lebih aman.———-Obrolan kami makin seru setelah masa “ice-breaking” tak lama dilalui. di mana aku? Bokep Tante Tapi ternyata tidak. Kuremas bahunya pelan. “Hmm..?”
Aku terus menciumi wajahnya, tanganku ke dadanya. Dengan tangan masih di bahunya Aku bangkit mendekat, kedua tanganku di bahu kanan-kirinya.“Alia..”
Dia masih menunduk. Kenapa ragu? Sekaligus semacam “test” apakah dia mau menelannya. Masih ada “rem”nya. Aku ingin segera mandi tapi mesti nunggu Alia selesai. Seluruh aktivitas bisnis dapat dilakukan dan dikendalikan dari rumah. Begitu masuk kamar, Aku langsung bertelanjang dan memelorotkan celana dalam Alia, mendorongnya ke ranjang. “Gue ada rencana kuliah lapangan ke situ.”
Nah! Alia dan rombongan akan tiba Minggu sore di Jakarta. Aku sempat terpaku beberapa saat di depan pintu kamar mandi karena pemandangan yang tak biasa ini. Betapa polosnya dia. Ayo Sam, bangkit dan dekati dia. “Tenang Yang, nanti gue anter.”
Sesuai permintaannya, Alia kuturunkan di dekat Mess penginapannya. Teknologi mempengaruhi perilaku manusia tak bisa dibantah. Lalu, lagi-lagi dia menarik




















