Dan mulai pagi itu kehidupan kami mulai berubah seperti pengantin baru pada umumnya.Sehabis jam kantor, ku arahkan mobilku langsung pulang. Kali ini Nadia hanya terpana melihat adegan di film itu. Bokep Family Kupejamkan mataku dan saat ku buka, Nadia masih berada dalam posisi jongkok dan wajahnya berlumuran cairan berwarna putih yang tak lain dan tak bukan adalah spermaku.“aku kan dah bilang,….” ujarku
“hahaha…asik…asik” bukanya marah, Nadia justru tertawa kegirangan,Ku kenakan lagi celanaku dan segera mengambil handuk di lemari untuk membersihkan spermaku di wajah Nadia“ketelen gak?” tanyaku
“dikit..” jawab Nadia sambil tersenyum.Tibalah film itu di puncak aksinya, si pemeran pria di film itu menarik turun celana dalam pemeran wanitanya dan mulai melumat daerah kewanitaan perempuan itu. “sama, gue juga…… kita berangkat bareng mau nggak?” Balasku“Siap komandan,,.” Jawab Nadia sambil tertawa,Waktu sebelum berangkat ke kantor itu kami gunakan untuk bercanda dan saling mengenal lebih dekat lagi. “Da, sorry gue mau ngambil bantal, gue nggak ngintip kok” ujarku dari luar kamar, memang




















