Pahanya ketat membelit pinggangku. Yang lain-lain walaupun berwajah manis rata-rata bertubuh agak kecil, tentu tidak masuk dalam kriteria seleraku.“Yang di sebelah kiri dan yang di depanmu”, tulisku dalam SMS untuk Yen.Kulihat Yen membaca SMS di ponselnya dan tersenyum sekilas. Bokep Cina Dewi tersentak dan membelalakkan matanya sambil mengerang hebat. Mulutnya semakin lebar terbuka. Kebanggaanku menjadi lebih lengkap karena keduanya sudah meraih orgasme berkat kejantananku.“Udah dulu ya, Mbak”, suara Dewi membuyarkan lamunanku. Mereka lalu bertanya. Maka aku mempercepat kocokanku, biar Fenny duluan orgasme. Sudah beberapa bulan berlalu sejak Mei memperkenalkan Yen kepadaku. “Habis, montok-montok segitu”, sahutku.“Kho Ardy harus sabar karena perlu pendekatan. Kuulurkan tanganku. Aku merapat.Kuelus-elus kedua belahan pantatnya yang mulus padat itu. Kuletakkan kepala kemaluanku di atas bibir-bibirnya. Kubiarkan keduanya menjelajahi tubuhku. Lidahnya begitu lihai mempermainkan kemaluanku itu. Aku lalu teringat percakapanku dengan Yen dan Mei satu malam setelah bersetubuh dengan keduanya.“Aku sudah punya dua wanita Cina yang cantik dan seksi”, kataku.




















