Istri, anak dan mertuaku pergi arisan ke tempat keluarga almahrum mertua laki sedangkan iparku satu lagi pas kuliah. Terus aku melumat bibirnya yang tipis berbelah itu. Bokeb Setahu aku tuh anak paling sopan tidak banyak bicara dan jarang bergaul. “Lagi ke pasar Bang” jawabnya “Emang gak diberi tau, ya?” timpalnya lagi. Kulancarkan serangan demi serangan, dengan bimbinganku Rosa mulai terlihat bisa meladeni gempuranku. Kulihat anak dan istriku tidak ada disamping, ah… mungkin lagi di beranda cetusku dalam hati. Aku melihat Rosa pagi itu agak salah tingkah, sebentar dia melihat kearah bawah selimut dan kemudian salah memakaikan celana anakku. Kontan aja barangku tegang.Kami saling bertatap muka, entah energi apa mengalir ditubuh kami,dengan berani kucium bibirnya, Rosa hanya terdiam dan tidak membalas.“Kok kamu diam?”“Ehmm… malu, Bang”Aku tahu dia belum pernah melakukan hal ini.




















