Pada awal búlan Maret
– 1995, ibú saya pergi ke Kalimantan úntúk kerja dinas dari kantornya selama 2 búlan. Lalú ayahkú menúrúnkan tangannya ke perútkú lagi
– dan akhirnya ke bagian Anúkú dan sekali lagi saya berkata “Geliiiii yahh!” Lalú dengan tenang dia berkata : “Ria…tenang saja, ayah kan dokter, jadi ayah tahú
– cara menyembúhkan kamú…biar ayah lihat bagian dalam Anúmú, múngkin disitú ayah bisa ngeliat gejala penyakitnya” Saya heran..kok ngeliatnya di dalam Anúkú
– padahal saya kan cúma nggak enak badan ! XNXX Bokep Akhirnya dia
– membúka bajú dan celana pendeknya dan menyodorkan batang Tititnya ke múlútkú, “Ria…hisaplah Titit ayah, enak kok ! Selama 1/2 búlan pertama keadaan biasa-biasa saja, hanya saja saya melakúkan
– kesalahan yang tidak saya sadari yaitú saya menjadi senang memakai daster tipis yang sebatas lútút saja tanpa memakai BH. Saya menganggúkkan kepala saya lalú ayah membúka CD saya (túbúh saya masih tengkúrap saat itú).




















