Perkenalkan namaku Etty, pada waktu itu aku masih sekolah di sebuah SMA swasta. Pak Freddy memperingatkan, “Tahan sakitnya, ya, Et”. Bokeb Terasa nikmat sekali dan terasa tubuhku menjadi segar kembali. “Ya, pagi semua. Tetapi tanpa disengaja aku melihat kamar Pak Freddy pintunya terbuka dan aku masuk saja ke dalam. Karena bujangan, dapurnya hanya terisi seadanya saja. Tak lama kemudian dia keluar dan bertanya sekali lagi tentang keperluanku. Aku tidak menjawab dan hanya mengedipkan kedua mataku perlahan. Terasa nikmat sekali dan terasa tubuhku menjadi segar kembali. Praktis kami berdua sudah tidak berbicara lagi, semuanya sudah mutlak terbius nafsu birahi yang buta. Ayo kita makan, nanti keburu dingin nasinya”.Astaga! Aku hanya menggeleng, entah kenapa sejak itu aku mulai pasrah dan mulutkupun terkunci sama sekali. Pak Freddy pun naik dan bertanya. Lalu dia menawarkan diri, “Kalau kamu serius, kita ke kamar, yuk”. Di situlah kami berdua saling bergantian membersihkan tubuh dan akupun tak canggung lagi ketika Pak Freddy menyabuni




















