jangan.. Bokep Live tapi kan udah telat!” balasku dengan sinis dan ketus.“Tenang bu.. Lagi-lagi saya kalah cepat dengan supirku, ia berhasil menangkap tubuhku kembali, tapi belum sempat saya bangkit dan berusaha merangkak lagi, tiba-tiba saja pinggulku terasa kejatuhan benda berat hingga tak dapat bergerak lagi.“Anto.. Mata supirku yang memandangiku seperti terlihat lain dari biasanya, ia mulai mengusap rambutku yang basah ke belakang dengan penuh sayang seperti sedang menyayang seorang anak kecil.Lalu diambilnya sabun cair yang ada di dalam botol dan menumpahkan pada tubuhku lalu ia mulai menggosok-gosok tubuhku dengan telapak tangannya. Tak kusangka nasi goreng buatannya cukup lumanyan juga rupanya. jangan!” ucapku berulang-ulang dengan nada terbata-bata mencoba mengingatkan pikirannya.Tapi Anto tak memperdulikan perkataanku, sebaliknya dengan senyum penuh nafsu ia terus saja meraba-raba pahaku.“Ouh..




















