“Ooohhh.. Bokep STW Kurebahkan tubuhku di atas kasur yg empuk dan membal. Betapa hangat dan nikmatnya air manimu Jack.Hal ini memancing cairanku ikut membanjiri kemaluanku sampai meluber ke permukaan.Kami berdua terkulai lemas, tp Kapten Jack sempat meraba bibir kemaluanku dan jarinya seolah mencungkil sesuatu dari meqiku, ternyata dia menunjukkan cairan merah kepadaku, dan ternyata adalah darah perawanku.Dijilatnya darah sambil berkata, “Terima kasih Reni, kamu betul-betul perawan..” Aku hanya menangis, menangisi kenikmatan yg sama sekali tak kusesalkan. Aku bersyukur, Ibu Tua itu rupanya berbaik hati karena bersedia menggeserkan kakinya, kini aku dapat duduk, tp sampai kapan aku duduk kuat dgn cara duduk begini. Sedangkan perjalanan memakan waktu 2 hari 2 malam.Tdk lama kemudian KM.Ciremai berangkat meninggalkan pelabuhan Bitung, hatiku sedikit lega, dan aku berdoa semoga perjalanku ini akan mengubah nasib.Tak sadar aku tertidur, aku sedikit terkejut sewaktu petugas menanyakan tiket, aku ingat tiketku ada di dlm tas punggungku.




















