“Uoogh…” tanpa terasa mulut Toni mendesah takjub menyaksikan keindahan bukit kemaluan yang tebal itu. Bokep Montok Pagi hari di kantor mewah sebuah perusahaan film nasional. “Waktu itu kami ganti baju untuk berenang, tapi karena ganti bajunya bareng satu kamar, kami jadi sama-sama terangsang. “Apakah kamu pernah melakukan sebelumnya?” “Dua-duanya pernah Ton.” “Maksudnya?” “Ya melakukan seks pernah, mengulum penis juga pernah.” “Ooohh.. Tiba-tiba dia melepaskan ciumannya dan membopong tubuh ini. “Nggak pernah saya lihat yang seperti kamu..” “Santi..! Peluh membasahi seluruh tubuh dan wajahnya. Toni lalu menarik penisnya, vagina Santi terlihat monyong. “Mau Ton..” “Kok mau?” “Habis Toni ganteng sih, Ha.. “Oh nggak..!” “Kamu benar-benar ingin peran ini?” tanya Toni. katamu..” belum selesai Santi bicara Toni sudah bicara. Setelah agak lama Toni menjauhkan bibirnya dan mencabut penisnya. Ton.. “Sangat ingin Ton..” “Kamu tahu peran utama di film ini?” “Tahu, yaitu seorang Gadis yang mengandung karena diperkosa, lalu memilih untuk membesarkan anaknya sendiri,” jawab Santi.




















