Katanya lagi.“ Emang ga ada orang?” tanyaku.“ Ga ada, makanya mba takut.” Sahutnya lagi.“ Ya udah”, aku mengiyakan. Tapi rasa takut ketahuan melebihi birahiku.“Ya udah, besok yach, tapi jangan bohong”. Bokeb Jawabku.“ Ga papa kok, dia pulangnya paling jam 12 maleman “.“ Besok aja yach, di rumahku, besok aku kan libur sekolah, datang aja jam 7 setelah bapak dan ibuku berangkat kerja” kataku. Tanganku meremas pantatnya yang kenceng dan bahenol sambil lidahku kukait-kaitkan ke lidahnya diantara mulutnya yang menganga merah mendesah.Kuputar tanganku kebagian depan dan menyentuh dareah tempenya yang agak kasar tapi kokngga berbulu ngga seperti punya Mba Rom ( Bujangan Ting-tingku yang hilang).Ternyata dia sudah ngga memakai celana dalam sedari tadi.Jari tengahkupun langsung meluncur masuk ke liang tempenya yang sudah basah kuyup karena lender kenikmatannya.“Ayuh kekamar yuk”. jalan tolku sebenernya sudah ngga tahan untuk segera masuk ke dalam tempenya.










