“ahhh…kaaaakkk….kakaaa….kk…ahh …”, nafas Elvita semakin tersengal-sengal, aku tidak lupa meninggalkan cupang juga di payudara kirinya yang sangat lembut. Bokep Jilbab/Hijab aku pandangi wajahnya, perhatikan tiap lekuk tubuhnya yang membuat penisku tagang.Sore itu aku mandi di rumah kontrakannya, aku tidak pernah lupa membawa alat mandi di mobilku. Dengan punya pacar bukan berarti aku ngga “ngobyek” dengan yang lain. “tapi terima kasih tawarannya aku bareng teman saja…”, “kalau begitu sekalian ajak saja teman kamu” setengah berharap dia mau menerima. aku tersenyum kecil mendengar alasannya yang sangat lucu…humoris juga dia, “baiklah…mungkin lain kali” kataku“oh ya, jika ada apa-apa masalah administrasi di sini atau masalah kerjaan jangan sungkan bicara aja ya, nanti aku bantu” aku masih berusaha mencari celah.“Terima kasi pak ehh..kak…saya pamit” sambil berlaluAku perhatikan dari belakang, roknya yang juga lebar tidak bisa menutupi lekukan pantatnya yang bergoyang mengikuti langkah kakinya..perfect…aku menggeleng.Dia berbeda sekali dengan Dewi…anak koas 2 tahun lalu yang pernah aku perawani juga.




















