Akang pasti mau nemenin semalamam..” celoteh Kang Hendi seakan tak tahu betapa malunya diriku mendengar ucapan itu.Aku sudah tak perduli lagi dengan celotehan tak senonohnya. Bokep Montok ”“Mau doongg..” jawabku dengan genit sambil memeluk tubuh kekarnya.Kang Hendi mulai menggerakan pinggulnya. Aku sebenarnya bukanlah satu-satunya wanita pendamping suamiku. Aku tak rela ia menjamahnya. Aku semakin kaget begitu kutahu orang itu adalah Kang Hendi, kakak iparku!Saking kagetnya, aku berteriak sekuat tenaga. Kenapa aku tidak berontak? Apa yang bisa mereka perbuat? Aku membusungkan dadaku sebisa mungkin dan oohh.. Ia peluk diriku erat-erat. Aku malah menaruhnya di atas kepala Kang Hendi yang bergerak bebas di atas dadaku. Tapi Kang Hendi bilang nggak usah kasihan Neng Anna sudah tidur, biar nanti Akang saja yang bilangin” jelasnya.Dasar laki-laki kurang ajar. Lama ditinggal suami, jadi Akang ingin Bantu kamu” katanya tanpa malu-malu.“Maksud Akang?”“Ini..




















