Kubalikkan dia, kupeluk erat dan kuciumi bibirnya dengan bernafsu. Mmhh.. Bokep Thailand tidak pernah terpikirkan olehku.Mendadak vibrator HP-ku bergetar dan kulihat SMS dari Ivone.sorry, anggap aku gak prnh krm SMS spt td..Woow.., rupanya dia ragu-ragu. Kubalikkan dia, kupeluk erat dan kuciumi bibirnya dengan bernafsu. Ivone pun mengerang keasyikan.“Kecepek.., kecepek..,” bunyi kemaluannya saat kemaluanku mengucek habis di dalamnya.Tampaknya Ivone kegelian hebat, “Vonee.. terus Diik.. sh.. mending sekarang aja..” jawabku.“Nggak.., soalnya. Ivone, sekretaris Kadiv, tinggi 166 cm. Diikkii..”Aku pun semakin terangsang mendengar jeritan-jeritannya ini. Tetapi sejauh ini hanya sebatas itu saja, tidak pernah terpikir untuk melakukan affair, disamping posisi dia sebagai istri orang, secara fisik pun aku tidak terlalu tertarik.Suatu hari, aku menuju ruangan divisi treasury. Easy come easy go aja deh. jangan didorong dong Dik, malah masuk ke tenggorokkanku, pelan-pelan saja ya. Kutengok meja kerja sekretris Kadiv, ternyata Ivone keliatan lesu.“Sedih amat tampangnya hari ini?” pikirku.“Hai, kenapa Non..? ouggh.. duuh.. ohh..”Aku pun mulai memaju-mundurkan pantatku, sementara Ivone mengimbangi




















