Rini pun tertawa, aku balas, kami berdua tertawa terbahak-bahak. Bokep Barat Disertai dengan sodokanku, kedua buah dadanya naik-turun, terkesan hampir lepas. “Kamu gak papa?” tanyaku sekali lagi. Rini mengajarkan kami bagaimana cara memanage waktu antara urusan pribadi dengan urusan manggung. Aku terdiam sejenak. sejak IM3 mensponsori Indonesian Idol ini, kami benar-benar dikerjainSebentar lagi aku diwisuda, namun jadwal yang ketat dari IM3, RCTI maupun Indonesian Idol sendiri membuatku lelah dan tidak sempat untuk mengurus administrasi dll. Namun tak lama aku jenuh, bosan dengan keluyuran dan foya-foya. Yang menjadi mentor di grupku adalah Rini Idol.Umurku lebih tua, jadi Rini juga enggan kalau aku memanggilnya mbak ataupun cici. “Kamu gak papa?” tanyaku sekali lagi. “Menurutmu?” balas Rini, muka Rini merah dan rambutnya memerah, rasanya terkena sinar matahari cukup lama.




















