Di depan motornya aku melihat dia menggantungkan sebuah tas yang agak besar.“Bawa apaan tuh Win?”, tanyaku sama Windy.“Oh, ini? Bokep Mama Hhhmm.. Windy kaget, karena ada sesuatu yang menekan perutnya.“Eh, aku mandi lagi ya No.”, kata Windy buru-buru dengan muka yang memerah. Saudara kembar saya bernama Doni, dan dia juga kuliah di tempat yang sama dengan saya.Sebelum kuliah di Surabaya, Doni kuliah di sebuah perguruan tinggi di Jakarta. Walaupun itu hanya seutas tali BH di bahu, tapi itu sudah cukup untuk membuatku berimajinasi yang bukan-bukan tentang Windy.“Makasih ya Dino..”, wah, suaranya benar-benar bisa membuatku terbang ke langit ketujuh..“eh, iya..”, jawabku.Lalu Windy masuk kembali ke kamar mandi. Kadang-kadang, Doni & Windy suka berduaan di kamar Doni, dan saya sering mendengar mereka cekikikan berdua di kamar. mmhhmm.. kamu hebat sekali memainkan lidahmu.. Liat aja di kamarnya.”, jawabku lagi.Windy pun masuk ke kamar Doni dan mencari catetannya di laci meja komputer Doni.




















