I’ve been obsessed with Joey for what feels like an eternity, and the rumor about his massive, major league-sized cock has me weak in the knees. Bokep HD I decided to take matters into my own hands and break into his house, hoping to catch a glimpse of him or get my hands on something that belonged to him. But when I heard him behind me, his deep voice sent shivers down my spine, and as I turned around, his towering figure loomed over me, his shadow casting a dark silhouette on the floor – I paled in comparison to his bulking muscular body, feeling tiny and insignificant next to him. He caught me red-handed, but instead of being angry, he just smiled and approached me, his massive hands wrapping around my tiny waist as he lifted me up effortlessly, tossing me around like a rag doll, and I couldn’t help but feel a thrill of excitement as he made me his personal fuck toy.
Aku benar-benar letih setelah > 1 1/2 jam, 2 jin itu menyetubuhiku. Akhirnya muncullah kedua piaraan Mbah Centeng yang ternyata 2 jin berwajah seram.“ada apa bos,, manggil-manggil kami, orang lagi enak-enak tidur juga,,,”.“tidur mulu,, tuh liat di depan lo ada siapa!!”. Tanpa sadar aku memainkan lidahku juga dan membelit lidahnya sehingga kami seperti bermain di dalam rongga mulutku dengan lidah kami.Aku menutup mataku karena entah kenapa aku menikmati dicumbu oleh Wandi. Mereka mulai memompa penisnya keluar masuk di tempat mereka masing-masing. Wandi pun mendekati Mbah Centeng.“lo kenapa gangguin si neng cantik ini?”.“abisnya gue cinta mati ama dia”, jawab hantu Wandi.“cinta sih cinta, tapi kan lo beda dunia sekarang, mendingan sekarang lo jangan ngikutin neng Vina lagi, kalau gak gue kepret, jadi babi lo”.“gue bakal terus ngikutin Vina”.“ee,, dibilangin ngeyel ye,,”.“bukan gitu, Vina udah ngandung bayi gue”.“hah?!”, aku tersentak kaget.“emang bener?”, tanya Mbah Centeng kepadaku.“saya gak pernah begituan ama dia mbah, paling-paling waktu di dalam mimpi





















