Kuparkir mobilku di pinggir jalan. Bokeb Menerima anggota baru.” Wah benar ini tempatnya. Tapi Adolf belum mempersilakan aku keluar ruangan.Dia kelihatannya seperti berpikir sejenak. “Nah, sekarang kamu diam di situ. “Ayolah, jangan malu-malu!” Sebenarnya dalam hati aku menolak. Adolf menyuruhku melepas celana dalamku. Sementara kulihat ruangan itu telah kosong. Akhirnya aku dipotret dalam beberapa pose. Tapi astaga, ia memakai baju yang berdada rendah alias “you can see,” dan rok jeans mini yang cukup ketat, sehingga menampakkan pangkal payudaranya yang berukuran cukup besar. Pasti mereka juga adalah pelamar sepertiku. Nanti dulu, manis!” Wah, kacau! Susan ini adalah satu-satunya pelamar yang berhasil terpilih. Ia melingkarkan meterannya melalui payudaraku. Teman-temanku bilang aku perpaduan antara Desy Ratnasari dan Maudy Kusnadi. Kukenakan blus biru muda dan celana panjang jeans belel yang cukup ketat yang baru saja beberapa hari yang silam kubeli di Cihampelas, Bandung.










