Saat itu reception berkata bahwa sekarang giliranku untuk pangkas rambut.Receptionis itu saat itu menunjuk kekursi yang kosong dan aku bergegas menuju ke kursi itu. Bokep Asia “ Eummm apa yah Mba’, apa aja deh Mba” yang penting rapi, ” ucapku sekena-nya.Lalu layaknya di salon pada umumnya, aku-pun kemudian diberi penutup badan untuk agar rambut yang dipangkas tidak mengenai bajuku. Sekali lagi, aku menengok ke kiri melihat wajahnya yang bulat dengan bola mata yang berwarna coklat, dia menatapku tajam dan serius sekali,“ Emmm… Sekarang Cin ?, ” tanyaku sambil menatapnya.Saat itu dia hanya menganguk dan,“ Okey, sekarang kamu boleh cium aku, ” ucapku sembari kembali ke jalanan.Beberapa detik kemudian Cindy-pun beranjak dari tempat duduknya dan mengambil posisi untuk memberi sebuah cium di pipi kiriku. Saat itu aku melihat jam tanganku menunjukan pukul 1 kurang 5 menit, dan saat itu juga aku memutuskan untuk masuk kesalon itu.Sewajarnya salon, saat itu suasana di salon itu terasa normal sekali dan tidak




















