Aku mulai merasa berdosa, sementara di lain pihak, aku sangat menikmatinya dan sangat ingin melakukannya lagi.Hati dan akal sehat terpecah dan menyeretku ke dua arah yang berlawanan. Bokep India “Ooohhh…” desahku langsung terlontar tak tertahankan begitu lidahnya yang basah dan kasar menggesek putingku yang terasa sangat peka. Aku tahu aku hampir mencapai klimaks, padahal masih menginginkan lebih. Devvv..” Haris melenguh menyertai ejakulasi puncaknya yang kubuat semakin nikmat dengan menekan pantatku maju, menancapkan penisnya sedalam-dalamnya di dalam vaginaku, sambil kupeluk tubuhnya erat. Kembali Haris yang melepas bibirnya dari bibirku. Ini balutannya kenceng banget sih, sampe sakit. “Dev..” katanya ragu. Kulimpahkan tugasku pada seorang bawahanku, sehingga aku tak perlu terlalu sering bertemu dengan Haris lagi. “Mmm, iya kali,” jawabku sekenanya sementara mataku terpejam menikmati pijatannya yang memang membuat kakiku lebih nyaman. Aku agak tidak rela saat tangan kekarnya meninggalkan selangkanganku, namun ia mulai menarik blousku hingga terlepas dari jepitan rokku, lalu ia loloskan dari kepalaku.




















