“Coba sebentar saya liat, kebetulan saya ngerti mesin kok.”Wanita tersebut memersilahkan aku untuk menangani mobilnya. Sofa empuk berbalut kulit coklat dengan ukuran yang cukup besar untuk permainan liar kita berdua.Aku duduk dan mengisyaratkan Gisell untuk duduk di atasku. Bokep China Saya juga bawa mobil, tau lah rasanya gimana kayak mbak gini.” Balasku tenang. Gisell pun segera mengisi formulir yang diberikan, lalu masuk kembali ke dalam mobilku.“Terima kasih banyak ya Shan sudah membantu…” Ucapnya begitu masuk ke dalam mobilku.“Iya sama-sama, Sell. Ku lihat kondom yang menancap di penisku sedikit menggembung karena banyaknya sperma yang keluar. Mungkin sekitar 30 tahunan.“Oh, maaf mbak gak liat, kirain cowok, hehehe.” Balasku untuk memecah kekakuan. Rintihan-rintihan kecil menghidupkan kamar yang biasanya sepi tersebut.Perlahan ku tarik celana dalam Gisell, kali ini terpampang jelas vagina cantik dengan bulu kemaluan yang dicukur rapih dibagian atasnya. Besok pagi baru pulang. Kali ini giliran kami beristirahat sambil menikmati sisa sisa kenikmatan duniawi yang baru saja kami dapatkan bertubi-tubi.Ku




















