“So, Ren. Bokeb Mbak” “Mbak? Mungkin saja Wein tahu dan membiarkan. “Ren, udalah nyantai aja.” “eeeh iya Rin” “Rin? “Buka dong kaosnya…” setelah kubuka kaosku, aku menghampiri Rini dengan merebah di sampingnya kirinya. Aku sampai takut jangan sampai Wein cemburu, tapi nampaknya Wein oke oke saja. Sudah horny super bos. Hingga suatu ketika, sehabis sesi foto prewedding di daerah Pantai Indah Kapuk, kawanku berkata “Bro, gw udah kenal lo berapa lama sih?” “Ya dari gw masuk PT XYZ, lo kan udah lama disana yang punya kantor. Kakinya yang jenjang melingkar menjepit pinggulku sebagai reaksi gesekanku. Dan memang benar, aku lagi super grogi, tanganku seketika berkeringat basah dan aku salting. Aku sampai takut jangan sampai Wein cemburu, tapi nampaknya Wein oke oke saja. Begitu aku masuk, aku menemukan Rini sudah merebah di atas kasur, kasur yang biasanya kutiduri kalau aku menginap disini.




















