Dan kemudian mereka selesai. Bokep Cina Lebih besar, keras, dan panjang ketimbang milik suamiku. Sungguh nanggung rasanya. Desahan ini bukan desahan seperti sebelumnya. “Sayang, malam ini layani a…”
“Eits, ntar dulu. Sebenarnya aku tak mau, tapi aku mengangguk. Mereka menyanggupi, dan Toni dan Imam akhirnya rutin datang kerumahku ketika suamiku bekerja, untuk memberikan layanan pijat mereka dengan durasi lebih lama. Aku kemudian bergegas menyalakan laptop dan online. Aku merasakan sesuatu menggesek lagi vaginaku. Ini si rambut hitam orangnya pendiam bertangan dingin. Tangannya kini memijat dadaku. Mungkin menjelang subuh, karena bayiku beberapa kali bangun dan aku harus menenangkannya. Awalnya sakit, namun berubah nikmat. Begitu atletis. Dua penis laki-laki di dalam tubuhku. Kenikmatan yang belum pernah aku dapatkan. Namun, kupikir kembali tentang suamiku dan kemesraan kami yang telah hilang belakangan ini. Aku sedikit ragu untuk melanjutkan. Ini sungguh nikmat. Dan bukan penis suamiku.




















