“Yahh.. XNXX Jepang Anehnya, pengunjung bar yang lain tampak sama sekali tak peduli dengan aktivitas konyol yang berlangsung saat itu. Kulihat air itu menjadi bergulung-gulung membentuk pusaran lalu menghilang ke dasarnya mengeluarkan bunyi yang berdesis. “Hehh.. Aku menarik napas panjang. kamu baru bangun yah!” Suara perempuan itu terdengar manja. “Akh..! “Hehh.. Mimpi yang konyol”, pikirku. Aku berdiri di depan kloset, melepaskan urine yang sudah tak dapat kutahan. Kepalaku terasa sedikit pening. Kulihat celana pendek hitamku tergeletak pada sebuah bangku kecil di depan meja rias itu. Kepalaku terasa sedikit pening. Aku menggelinjang sesaat setelah air berwarna kekuningan itu terkuras habis, membuat organ tubuhku itu berangsur-angsur mengendur dan layu.Aku lalu memutar sebuah tungkai penyiram air pada kloset. Aku menarik napas panjang. Anehnya, pengunjung bar yang lain tampak sama sekali tak peduli dengan aktivitas konyol yang berlangsung saat itu. Hal itu membuatku semakin menikmati mulut kenyal itu melahap kejantananku dalam-dalam. Aku berusaha tetap bersikap sopan meskipun kutahu wanita tua itu




















