Dan kini semua batang kontolku sudah menghujam kedalam liang surgawi tempiknya. Bokep Family Aku berikan kecupan lembut kebibirnya lalu dia mulai menangis. “Masih sakit?”
“Sedikit.”
“Enakan sekarang?”
“He-eh”Lasmi mengocok berlahan-lahan dan kontolku seperti diurut tangan lembut, berlahan kontolku mulai tegak kembali. Tetesan darah perawan menetes, bagaikan aliran sungai Mahakam menetes disela-sela dipan bambu yang kami pakai untuk bergelut. Sepasang anak manusia bertelanjang bulat saling memagut, memadu cinta, membakar api birahi.Pikiranku lepas terbang, sudah tidak ada batas sama sekali diantara kami padahal baru semalam aku mengatakan cinta, itupun hanya kesiengan belaka. Refleks tangan kirinya merengkuh tengkukku, menarik lembut kepalaku dan tangan kirinya bertopang pada tepian daun jendela.Dalam suasana gelap, pelan aku turunkan telapak tangan kananku dan meraih gundukan payudaran sebelah kirinya.“Ah..!”Lasmi melenguh lirih dan terkejut, menepis pelan tanganku.“Sudah malam, besok yah?” Bisiknya lirih, memberiku satu kecupan dan menutup daun jendela.




















