Aku: Iya mas, *lalu aku menciumi pipi mas Edi dan menjilatinya, dan aku yakin Fajar memandang dengan terkesima. Lalu aku membersihkan mulutku dengan tissue dan melap bibirku. Bokep Family emang berapa bayarannya? Tak lama kemudian Fajar dengan inisiatif sendiri membuka resleting celananya dan menurunkannya setelah itu menampilkan kontolnya yang sudah sangat tegang.Miliknya tak sebesar milik mas Edi, tapi bentuknya unik, agak mendongak ke atas. Aku: Biarin aja, emangnya Fajar ingin juga? Aku mulai membelai-belai kontol Fajar dari luar celananya dan ternyata juga sudah membengkak. Mas Edi: Bantuin gimana? Mas Edi: Ah ya seikhlasnya aja, kan udah gede. Aku: Biarin aja, emangnya Fajar ingin juga? Fajar: *senyum-senyum* iya pak.. Lalu aku mengambil kondom dari tasku dan memberikannya kepada Fajar. Akhirnya kami memutuskan untuk berputar agak jauh ke arah TVRI, dan di depan, sebelum hotel Mulia kami menemukan ada joki dengan bercelana batik dan memakai kaus, dan kami menjatuhkan pilihan kepadanya.




















