Sekali-sekali aku gigit puting susunya yang berwarna coklat itu, sehingga ia terdengar mengerang. Bokep Family “Ah..,” desahnya tertahan. Aku menyatakan setuju, sehingga kulihat ia tersenyum karena merasa senang. Aku baru tahu nomor kamu tidak ada di kartuku, setelah mau menelpon kamu ketika hendak berangkat ke Malaysia seminggu lalu,” ujarku menerangkan, sambil membelai rambutnya yang direbonding. Aku ingin kamu masih di KL agak beberapa hari lagi,” ujarnya sambil mengecup bibirku mesra. Mungkin karena capek setelah seharian mutar-mutar di Putrajaya, tak terasa aku tertidur dan baru terbangun ketika bell di kamarku berbunyi. “Aku juga sayang, si kecil ini sudah lama berontak untuk bisa bersemayam di goa milikmu yang hangat itu,” balasku sambil mencium mesra bibirnya. “Iza..?” hanya itu yang bisa aku ucapkan sambil mengucek-ucek kelopak mataku. ke.. Kamu tahu kenapa aku tidak mau gabung dengan teman-teman ke Genting?




















