Susu saya yang tergencet jadi menyembul ke samping badan, pentilnya mencuat keras. Bokep India Beliau diam saja. Uang saya sudah habis untuk biaya pemakaman Simbok… sekarang saya mesti bayar kontrakan dua bulan…”“Hah?” Juragan melihat saya dengan aneh, “Kamu perlu uang?”“Tolong, Juragan,” saya meminta lagi, “Saya sudah ditagih, hari ini harus ada, atau saya diusir. Saya luluh akibat gempuran-gempuran Juragan. Hihihi… Saya tahu siapa yang kontolnya paling gede, siapa yang lemah syahwat, kadang-kadang saya sampai tahu urusan rumah tangga mereka. Dan saya pun jadi makin akrab dengan mereka semua.Saya seperti nyimpan semua rahasia mereka. “Hauhh… Ga…n! Saya si Denok, penari jalanan, semua orang di Pasar kenal saya.Siapa yang tidak kenal si Denok yang berkemben merah, berbedak dan bergincu tebal, bertahi lalat di pipi. Badan saya diguncang-guncang, kepala saya menenggak-nenggak, sepasang susu saya gondal-gandul, digoyang gerakan Juragan. Juragan tersenyum melihat saya.“Wahh…susu kamu gede, ya?




















