Kalau tidak pasti aku sudah muntah mendengar kata-katanya itu. Bokep Ojol Ternyata Bondan tidak seburuk yang kubayangkan, memang matanya terkesan liar dan seakan mau melahap seluruh tubuhku, tetapi sikapnya dan perlakuannya kepadaku tetap tenang, sehingga dikit demi sedikit rasa grogi yang menyerangku mulai memudar.Bondan menanyakan dengan lembut, aku ingin minum apa. “Apa syaratnya, Mas?” tanyaku penasaran. Tentu saja waktuku banyak tersita untuk mendidik Rizal.Mas Aryo berkerja di perusahaan swasta yang bergerak dibidang produksi kayu, sedangkan aku hanya tinggal di rumah. Mungkin Mas Aryo sudah bisa melunasi hutangnya. Aku tertunduk malu dan wajahku terasa memerah saat aku merasakan tanganku dijamah oleh seseorang yang bukan suamiku. Jumlahnya sekitar sepuluh juta rupiah. Dia tahu pasti Bondan akan menagih hutang-hutangnya itu. “Bukankah selama ini aku sudah begitu Mas”, sahutku. Ketika itu waktu sudah menunjukkan sekitar pukul 20.00 malam. “Aryo tidak pernah cerita kepada saya, kalau ia memiliki istri yang begitu cantiknya. Perkawinan kami mulus-mulus saja sampai Rizal muncul diantara kami.




















