Aq bangkit dan mengambil pakaianku, memakainya cepat-cepat, merapikan rambut, terus duduk menunduk. Dalam waktu mungkin kurang dari 10 menit aq mulai mengeluarkan suara mendesis yg tak bisa kutahan. Bokep Asia Aq segera tersadar tapi Papiku telah merangkul anak kandungnya sendiri secara erat dari belakang. Dan menghentikan aktivitasnya. Entah kenapa, dia membukakan pintu, dan sebelumnya dia membisikkan kata-kata ini.“Terima kasih anakku sayang, maaf Papi terlalu cepat, mungkin habis kamu mandi aq bisa memperbaikinya, kamu mandi dulu gih dan Papi juga mau mandi nih.” Hahh.. kamu.. Lemas yg sangat melegakan tubuhku, seperti separuh tubuhku telah menguap. Mungkin karena sebenarnya aq pun menyimpan keinginan itu di bawah sadar sehingga -sama seperti Papiku- ketika ada penyaluran yg dibutuhkan adalah penyaluran total.Ketika aq mandi, terlupakan sudah perasaan menggantung tadi, meskipun kadang-kadang kalau secara tdk sengaja saat mandi, menyabuni selangkanganku terasa begitu nyaman.




















