Lu sepertinya sebentar lagii kadaluarsa niih?” Kriis berkomentar menghiina.“Bangke,” Nabila balas memakii.“Perex,” hardik Kriis,“Sekarang lu diem. Bokep Crot Nantii kalo udah jadi.”*****Sepulang kantor, Putra disambut oleh Miranda. Adik Nabila tersebut memejamkan mata dan geleng-geleng kepala menonton kakaknya yg cuma terbungkus seliimut dan tadi diciium seorang aparat berseragam.“Ya ampun, Kak…” keluh Putra.“Apa siih?” Nabila menoleh ke kanan-kiirii dgn cuek, menonton ada satu bungkus rokok di atas meja, mengambiil sebatang dan menjepiitnya di biibiir, lalu siibuk mencarii korek apii.“Ada korek nggak?” tanya Nabila kepada Putra.“Kakak nggak pernah berubah, ya…” Putra enggak menanggapii pertanyaan kakaknya.“Jangan sok kaget gtersebut lah,” kata Nabila sesudah menemukan korek gas di satu lacii. Nabila pastii tahu sesuatu. Beberapa waktu lalu, Miranda sempat memberiikan serviis ‘mandi kuciing’, dan Miranda baru menemukan bahwa Putra punya point sensiitiif di sana. Begitu dilepas, Nabila langsung bangkiit lagii, menyeka caiiran berbau amiis yg barusan mengotorii piipiinya, lalu menampar Kriis.“Siialan!” makii Nabila,“Darii dulu kan aqu udah biilang gak suka orang ngecrot




















