Berjalan menuju kamar Chelsea, aku sedikit penasan, ku buka pintunya yang tidak terkunci, Chelsea tertidur sangat lelap dengan memeluk sebuah boneka beruang yang cukup besar.Wajahnya sangat polos, aku memandanginya dengan seksama, wajah anak ini memang sedikit mirip denganku, aku hampir meneteskan air mata ketika mengingat masa laluku. Bokep Jilbab/Hijab “Nes, aku mau minta maaf persoalan tujuh tahun silam…” aku membuka pembicaraan ketika kami sempat terdiam karena John keluar dari mobil. “Aku mau istirahat dulu Nes, besok saja mungkin keliling Singapura…” aku pun segera balik ke kamar karena tidak mau mengganggu rutinitas mereka.Sampai di kamar, aku langsung mandi, kamar mandinya saja seperti di hotel. Kemudian John mulai memasukkan jarinya di dalam lubang vagina Agnes, ditusuk-tusuknya dan diobok-oboknya dengan satu jari, hingga diteruskan sampai tiga jari. “Chelsea Olivia, om…” jawab anak itu dengan senyuman yang seolah dia tidak asing denganku. Aku mendengar suara nafas Agnes yang ngos-ngosan, ia pasti susah mengatur nafas, dengan kondisi terikat dan mulut tertutup lakban,











