Berdua kami tertawa terbahak-bahak mengenang kegilaan-keedanan yang baru saja kami lalui.Makan malam kali ini terpaksa ditunda. Aku terus menyedot, mengulum, mengunyah-ngunyah. Bokep Thailand Pantry di rumah kost Eksanti, walaupun ukurannya relatif kecil tetapi sangat bersih. Tidak ada celana dalam, tidak ada bra. Rasa geli dan nikmat menjalar ke seluruh tubuh Eksanti, meletup-letup seperti air mendidih. Eksanti menggeliat, mencoba menghindar. Eksanti menggelinjang merasakan kenikmatannya mulai terbangun di bawah sana. Aku mengatakan, “Nggak masalah, Santi “, lalu ikut menyusulnya ke pantry yang terletak di bagian belakang kamarnya.Aku berdiri di pintu pantry dengan sekaleng coca cola dingin di tanganku, melihat Eksanti sibuk mencuci sayuran segar untuk pelengkap nasi gorengku nanti, di sebuah pinggan keramik bermotif ikan-ikan kecil warna-warni. Dengan segera Eksanti mengambil lagi sebuah sosis. Eksanti entah sedang berada di langit yang keberapa, tidak bisa merasakan semprotan-semprotan hangat di dalam kewanitaannya, karena ia sendiri sedang meregang menikmati klimaks kelimanya yang datang menyambung akhir klimaks sebelumnya. Perlahan sekali, mili demi mili




















