Uhh, sekali lagi aku nyampe, yang hanya selang beberapa menit, dan kembali aku berteriak lebih keras lagi. Bokep Mama Terasa sangat mengganjal sekali rasanya, besar, keras dan panjang. Lama kelamaan tubuhku yang semula lemas, mulai terbakar lagi. Sesekali jarinya kembali menyentuh itilku. Tak lama kemudian tertidurlah aku dalam pelukannya, merasa nyaman dan benar-benar aku terpuaskan dan merasakan apa yang selama ini hanya kubayangkan saja.Aku bangun masih dalam pelukannya. Perlahan-lahan menarik kembali kon tolnya sambil berkata “Enak neng?”. Aku menurut saja. Dan tangan satunya mulai turun dan memainkan puserku, terasa geli tapi nikmat, napsuku makin berkobar karena elusan tangannya. Aku membiarkan ketika tangannya diletakkan perlahan didengkulku. “Nyuci apaan neng, kan ada mesin cuci”. Dengan usapan lembut, tapak tangannya terus menyusuri pantatku. Kugigit pundaknya saat aku dihujani dengan kenikmatan yang bertingkat-tingkat.Sesaat dia menurunkan gerakannya, tapi saat itu dibaliknya tubuhku hingga aku di atas tubuhnya.




















