aawh.. Film Porno Apalagi ini..” godanya sambil memelintir putingku yang makin mencuat dan tegang. Klitorisku digosok-gosok makin gila, dan hentakan penisnya keluar masuk vaginaku makin cepat. iyaa.. Om Robert hanya terdiam sambil mengelus rambutku yang sudah acak-acakan. Sejak kecil aku sudah sering ke sini, namun baru kali ini aku datang sendiri tanpa ayah atau ibuku. ampun deh..!” Aku tersenyum sambil menahan gejolak nafsu yang sudah menggebu.Akhirnya setelah lima kali lebih mencoba masuk, penis Om Robert berhasil masuk seluruhnya ke dalam vaginaku dan pinggulnya pun mulai bergerak maju mundur. He..he..he.. “Aeeh.. “Iya Om, makasih juga yah permainannya yang tadi, Om jago deh.” “Iya Rin, kamu juga. Om Robert duduk di sebelahku dan kami sama-sama masih terengah-engah setelah pertempuran yang seru tadi.“Sini Om..! eh Robert.. “Awwh.. Dia pun menoleh ke atas memandang wajahku dan bukannya menjauh malah meletakkan kain lap tadi di sampingku dan mendekatkan kembali wajahnya ke wajahku dan tersenyum sambil mengelus rambutku.“Kamu cantik, Karin..” ujarnya lembut.




















