aahh putingnya.. Kira-kira jam 9 malam, aku yang sedang membaca tabloid Bola, Kudengar suara ketukan pintu dan ternyata Salsa dan wilona datang dengan memakai baju tidur.“Loh, kalian ngapain berdua kesini malam-malam begini” tanyaku.“Kita cuma mau berterima kasih, tadi kamu hebat” puji Salsa sambil tersenyum.“Boleh kan kita masuk ngobrol-ngobrol sebentar?” tanya Wilona.Aku persilahkan mereka masuk juga mumpung belum ada yang lihat.“Gimana lukamu Fer? Bokep Barat Tubuh Salsa yang sudah basah kuyup karena keringatnya melemas kembali dan merosot sampai terduduk di lantai, keringat di punggungnya membasahi tembok dibelakangnya. kamu pikir kita tega ninggalin kamu sendirian” kata Salsa dengan nada marah dan menatap tajam ke arahku.“Udah Sa, lagi nyetir jangan marah-marah, Feri kan tadi kuatir sama kita juga.“Uuh.. aku udah mau keluar ni”“Aku juga nih.. kalau mau duit aku ada tapi jangan gangguin temanku!” bentakku padanya.Rupanya mereka tidak terima dan si preman mengeluarkan pisau lipatnya dan menyerangku, aku menghindar dan menangkap pergelangan tangannya, ku pintir dengan jurus aikido yang kupelajari

















