Maka tanpa ragu lagi, ketika aku semakin asyik menggoyang bokongku berputar dan naik turun, kulumat bibirnya, yg ternyata disambut dengan lumatan penuh kehangatan juga. Maka di pasangilah alat KB, yg membuatku bebas ngesex dengan laki-laki yg kuinginkan, tanpa takut akan hamil.Dan memang saat aku ngesex bersama Adit ini aku ingin sekali tahu bagaimana rasanya lubang memekku ini di sembur sperma seorang laki-laki. Bokep Ini yg kedua kalinya Dit…”
“Oooohhhh, pantesan masih rapet banget lubang memeknya…. Dan Adit terkejut. Adit gelagapan. Karena aku sudah di pasangi alat KB oleh dokter. Hihihihi…. “Kalu cuma asal-asalan mijitnya bisa Mbak.”
“Ya udah ga papa yg penting di urut-urut aja, badanku pegel banget nich,” kataku sambil melangkah ke meja rias untuk mengambil baby lotionku.“Ya Mbak,” katanya sambil menerima botol lotion itu. Adit menuruti perintahku. Di kamar mandi, kami berdua mandi bersama. Adit menuruti perintahku. Yg ngajarin siapa?”
“Ah cuma asal-asalan aja Mbak….”
“Terus naik ke atas Dit,” kataku sambil menyingkapkan gaun tidurku sampai ke paha.











