“Shh.. Bokep Hot Tak lama kemudian. “Saya sebenarnya sudah booking kamar di hotel dekat sini” ujarnya. Otot pahanya meregang saat kuhisap clitorisnya.“Masukkan penismu, cepat sayang,” rintihnya. “Lin.. Kuubah posisi. sayang, cepet masukan!” katanya memelas-melas. enak sekali pejuhmu” katanya sambil mengocok ngocok penisku mencari sisa air pejuhku. Itu temanku, biarkan saja,” kata Mbak Santi. Aku sangat menikmati hangatnya vaginamu,” rayuku.Mbak Santi lantas menggelepar pasrah, tidak kuasa lagi menggerak-gerakkan tubuhnya yang lagi kugarap. Tiba-tiba tangan Mbak Santi menarik tanganku yang tersampir di pahanya. Aku sangat menikmati hangatnya vaginamu,” rayuku.Mbak Santi lantas menggelepar pasrah, tidak kuasa lagi menggerak-gerakkan tubuhnya yang lagi kugarap. Kami sudah bermandikan keringat. Kujilati daun telingaya, dan kusodok-sodok lubang telinganya dengan lidahku. Seerr.. say enak banget..” katanya.Lalu kami duduk beristirahat ditepian sisi kamar mandi sambil menunggu sisa kenikmatan yang tadi kami lalui. “Aduh, sayang, aku kalah lagi nih, sudah mau orgasme!”
Cairan hangat terasa masih mengalir dari dalam vagina Mbak Santi.




















