ngggh…. Bokep Indo Live Aku sudah tak merasa lapar lagi setelah sarapan sperma dan cairan cintaku sendiri. Pak Arifin masih memainkan rambutku, yang menurutnya sangat indah. Kurasakan tubuhku dibaringkan di salah satu ranjang mereka, dan penis Wawan sudah terlepas dari vaginaku. Sempat kulihat jam, ternyata sudah jam 09:30. Aku hanya diam menahan nikmat, ketika sendok kecil itu mengorek ngorek vaginaku dengan lembut, seolah menyendoki cairan cintaku dan sperma sperma dari Wawan dan Suwito. Suwito membelai pantatku dan melanjutkan “aduh non, kalau begini non cantik banget lho non, mana ada bintang film porno yang secantik nona kita ini ya?”. Tidurku yang tak nyaman karena dilanda mimpi buruk, terasa makin tak nyaman karena nafasku tiba tiba terasa sesak, dan tubuhku seperti terhimpit sesuatu. Aku juga ikut panik, segera memakai celana dalam dan celana panjang ini, kemudian berlari kembali ke kamarku. Aku memeluk kokoku senang, dan berkata, “thank you ya kokoku yang baik”.




















