Waktu semakin sore, aku mengajak Hendra pulang. crooooott…” peju Hendra membasahi mulutku sangat banyak dan rasanya sedikit asin dan selanjutnya aku telan sebagian. Bokep Montok Aku sudah memiliki satu anak yang berumur 3 tahun, aku memutuskan untuk nikah dini. ahhh.. Apalagi cuma satu bulan sekali pulangnya, bagiku kepuasan seksku sangat kurang. ahhhhh Rinnn…” desahan Hendra sambil menekan kepalaku agar lebih dalam mengulum penisnya.Karena sangat nikmat, Hendra tak kuasa akhirnya keluar kembali sperma itu. Waktu semakin sore, aku mengajak Hendra pulang. Tampak dari dalam celana dalam penis Hendra tegak berdiri, “buka sekalian dong Hen…”Hendra menuruti perintahku, dan wowww penis yang sangat besar berbulu lebat. Setiap tanggal muda dia selalu mentransfer uang untuk kebutuhan aku dan anakku. dia mengizinkan kok..”
“Ya sudah berarti aman. Entah kenapa malam itu, dia tidur di sampingku dan menarik selimutku. Aku memiliki paras yang cantik, kulit putih dan postur tubuhku juga tinggi. Dan hanya dia yang selalu punya waktu kosong untuk aku.




















