“Istirahat dulu.. Bokep China Habis ngewe, kami pisah,”sahut Lina.Saya masih bengong mendengar percakapan dua cewek cantik itu. Ditanganku ada dua butir pil inex, yang satu saya bagi dua. Mengelus dan meremas rambutnya, menyusuri leher dan belahan dadanya. “Sssshhhh… Yang dalam… ceeepaaattt… aaaahhhhh…sssttthhhh…, eeeennnaaakkkk… sayyyyang… genjoooootttt…” pinta Mbak Santi. Dia menjerit saat kucoba menguak kemaluannya dengan jari telun-jukku. Saya selalu melanglangbuana cari kenikmatan dunia… Tapi entah kenapa sejak sekolah dulu banyak sekali wanita yang mengejar-ngejarku. Kami mencari table yang kosong dan strategis di pojok tapi bisa melihat floor dance.“Saya sedang pesan lagi satu untuk kita berdua,” kata Mbak Santi. Kutahan nafas. Aku jongkok di pinggir tempat tidur, kutarik kaki Mbak Santi sampai bokongnya berada di tepi ranjang. Akhirnya angan ku tercapai… saya ciumin, saya gigit pinggiran payudaranya, saya lumat putingnya…“Ooooh… sshhhh… terrruuuusss… saaayyyy…!” desah Mbak Santi lagi. Tapi Mbak Santi kelihatannya sudah mulai “Droop”…
“Sayang saya sudah lelah,” keluh Mbak Santi.




















