Setelah yakin mereka semua telah tidur, aku kembali ke kamarku dan memberi kode pada istriku bahwa suasana aman dan terkendali.Lalu istrikupun dengan berjingkat-jingkat meninggalkan kamar menuju ruang tengah dimana aku sudah menunggunya di atas karpet di depan perapian dengan tak sabar dan nafas yang memburu didorong nafsu yang menggebu.Begitu tiba didekatku, istriku langsung menerkamku dan melumat habis bibirku dengan nafsu yang mengebu-gebu. Aku diam saja memberi waktu pada istriku untuk menikmati sisa-sisa kenikmatan yang masih dia rasakan selema beberapa menit.Tak lama kemudian istriku membuka matanya dan memandang padaku dengan rasa penuh cinta serta berkata..”Fuihhh.. Bokep Montok Ayo kang …aku akan membuatmu melayang-layang…” demikian katanya sambil mendekatiku dan menjinjitkan kakinya berusaha menciumku dan kedua tangan yang memeluk erat tengkukku.Ciuman yang istri Anto berikan pada bibirku demikian ganas dan panas membara memberikan rasa nikmat yang membuat diriku melayang.




















